http://magentarosmaya186.blogspot.com/
Nama : Magenta Romadhani R
NIM : D0311042
RENAISANS
Renaisans sering disebut dengan abad pencerahan. Atau dalam bahasa Prancis berarti kelahiran kembali. Masa ini merupakan masa peralihan dari abad feodalime menuju ke abad ilmu pengetahuan. Masyarakat mulai berfikir logis dan mulai tidak percaya dengan kekuatan gereja.
Sedikit flashback tentang feodalisme. Feodalisme merupakan abat kegelapan di mana pada masa ini terjadi kesenjangan kelas yang sangat mencolok. Dari pihak pemilik tanah dengan penggarap lahan atau buruh. Pada masa ini, beberapa orang mengatakan bahwa tuhan sedang tidur. Maksudnya adalah pada masa ini, yang dulunya pemerintah dipegang kuat oleh doktrin gereja, kini suara tertinggi adalah suara pemilik lahan. Pemerintahan tidak bisa berbuat banyak pada saat itu.
Pada masa akhir feodalisme, terjadi beberapa peperangan hebat yang memakan banyak jiwa pula. Karena peperangan inilah masyarakat Eropa mulai berfikir bahwa doktrin gereja belum tentu memiliki kekuatan yang melindungi mereka dari mara bahaya dan mara bencana. Masyarakat Eropa kala itu mulai berfikir rasional untuk meruntuhkan doktrin gereja. Peperangan begitu gencar terjadi di Eropa kala itu. Yang paling terkenal adalah perang antar agama yaitu perang salib. Sebenarnya perang salib tidak hanya terjadi satu kali melainkan berulang kali. Pada saat perang salib inilah terjadi pembantaian habis-habisan bangsa Yahudi yang dilakukan oleh kaum gereja atau kristiani yang dipimpin oleh paus. Pada awalnya, bangsa Yahudilah yang hampir memonopoli perdagangan barang-barang dari Timur seluruh Eropa. Namun setelah pembantaian ini, monopoli perdagangan dikuasai oleh Kristen. Namun, perang salib yang terjadi berulang kali tidak selamanya berjalan mulus. Perang salib cukup memakan banyak korban baik dari kalangan kristiani yang membuat banyak pihak melakukan pemberontakan. Sebenarnya dasar pemberontakan bukan sebatas perang salib semata melainkan karena pada kenyataannya kaum pendeta memiliki kekayaan yang bisa dibilang banyak namun moral yang pendeta miliki kala itu adalah moral kotor. Sehingga kepercayaan masyarakat kepada pendeta mulai menghilang.
Runtuhnya doktrin gereja inilah yang menyulut terbentuknya abad baru yaitu renaisans. Pada abad ini, ilmu pengetahuan dikembangkan secara besar-besaran. Banyak yang melakukan perjalanan, rekonstruksi, ada pula yang mulai menciptakan alat-alat sederhana sebagai alat yang dapat membantu mereka. Pada masa ini kepercayaan kepada agama dan paus tidak lagi ada. Yang ada hanya semangat masyarakat terutama kaum akademisi dan seniman untuk menemukan cara penyelesaian dari tiap masalah yang mereka alami. Menurut mereka doktrin gereja bersifat irasional, mistik, dan statis. Sedangkan ilmu pengetahuan bersifat rasional, nyata, dan dinamis.
Doktrin gereja yang lebih menyuguhkan hal mistis yang tidak bisa ditangkap oleh panca indra inilah yang mulai dipertanyakan oleh masyarakat. Masyarakat telah menganggap doktrin gereja tidak sejalan lagi dengan mereka. Beberapa dari mereka lebih memilih untuk turut mengikuti doktrin ilmu pengetahuan yang lebih bersifat liberal. Tidak ada keterpaksaan di sini. Semua berhak berpendapat dan menyalurkan argumennya masing-masing. Dalam doktrin ilmu pengetahuan ini tidak bersifat statis. Maksudnya di sini adalah bahwa ilmu pengetahuan bisa berubah kapanpun sesuai dengan kejadian atau fenomena yang terjadi di dalam masyarakat.
Ilmu pengetahuan juga bersifat rasional. Maksud dari rasional di sini adalah bahwa ilmu pengetahuan itu selalu dapat dibuktikan kebenarannya. Dengan kata lain bersifat ilmiah. Tidak seperti doktrin agama di mana seperti yang kita ketahui bahwa doktrin tersebut lebih bersifat mistik dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Renaisans merupakan abad yang bisa dibilang mulai maju. Pada abad ini masyarakat mulai membuat teknologi-teknologi untuk penyelesaian masalahnya. Misalnya mesin tik, mesin uap, dan lain sebagainya. Semakin lama, semakin lama menjadikan masyarakat Eropa mulai masuk pada modernisasi. Di mana pada masa ini masyarakat Eropa memang telah menggunnakan alat bantu berupa mesin.
Modernisasi ini lama kelamaan semakin meluas di penjuru Eropa. Hal ini menyebabkan terjadinya revolisi di beberapa negara seperti Inggris dan Prancis. Alat-alat produksi mulai dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan mulai membetuk industri. Dipelopori oleh revolusi industri di Inggris kemudian Prancis dan merembet hingga seluruh Eropa.
Namun renaisans membawa dampak buruk bagi masyarakat Eropa. Dengan berlomba-lombanya orang untuk mencari ilmu pengetahuan dan mengembangkan teknologi, muncullah sikap individualis dalam diri masyarakat. Terlebih renaisans inipun berdampak pada munculnya modernisasi yang akhirnya melahirkan industrialisasi. Contoh ringkasnya saja, pada jaman dahulu (masa feodal) masih ada sistem tolong menolong antar buruh meskipun masih terbilang satu keluarga. Namun pada masa industrialisasi ini, tuntutan untuk satu individu menyelesaikan satu tugasnya, membuat sikap individualistik itu muncul.
Kelemahannya lagi adalah pada masa awal Renaisans, yang memiliki inisiatif untuk mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan adalah kalangan intelektual dan seniman saja. Masyarakat umum belum tergugah untuk mendalaminya. Saat modernisasi dan kemudahan itu muncul, barulah masyarakat mulai terpikat dan secara langsung maupun tidak langsung mereka masuk kedalam doktrin ilmu pengetahuan yang berporos pada kebebasan berpendapat atau biasa kita sebut dengan demokrasi.
Referensi
Russell, Bertrand. 2002. Sejarah Filsafat Barat. Pustaka Pelajar: Yogyakarta
Syam, Firdaus. 2007. Pemikiran Politik Barat. Bumi Aksara: Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar